You are currently viewing HARGANAS 2021, Wapres Ma’ruf Amin Luncurkan Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu dan Anak
Bupati Tatto S. Pamuji (berkemeja kotak) mengikuti peringatan HARGANAS 2021 secara virtual.

HARGANAS 2021, Wapres Ma’ruf Amin Luncurkan Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu dan Anak

CILACAP – Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Tahun 2021 ditandai peluncuran vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak usia 12 – 18 tahun oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Selasa (29/6/2021). Keputusan ini dinilai sangat tepat mengingat mortalitas akibat Covid-19 pada kelompok 12 – 18 tahun mencapai 30 %.

Dalam acara yang digelar secara virtual ini, Wapres menerangkan, kelompok usia produktif termasuk rentan terpapar Covid-19. Oleh karena itu, ketika BPOM dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi penggunaan vaksin produksi PT. Bio Farma untuk anak usia 12 – 18 tahun, pemerintah mmberikan apresiasi yang tinggi.

“Keputusan ini sangat tepat mengingat mortalitas akibat pandemi Covid-19 pada usia 12 – 18 tahun mencapai 30 %”, jelasnya.

Terkait prevalensi stunting di Indonesia data hasil Survei Status Gizi Indonesia oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2019 mencatat prevalensi stunting pada balita tercatat 27,76%. Meski demikian, sejak 2018 pemerintah telah berupaya menurunkan prevalensi stunting. Salah satunya dengan menajamkan intervensi gizi pada sektor kesehatan yang menyasar ibu hamil dan anak usia 0 – 23 bulan.

“Pemerintah juga menggiatkan berbagai intervensi yang mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan pada anak dan ibu hamil, seperti akses air, sanitasi, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), akses pangan bergizi, juga perilaku hidup bersih dan sehat”, tambahnya.

Di Kabupaten Cilacap, puncak peringatan HARGANAS 2021 diikuti Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Sekda Farid Ma’ruf, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA), Murniyah, Kepala Dinas Kesehatan dr. Pramesti Griana Dewi, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, M. Wijaya.

DSC 0344

Ditemui usai acara tersebut, Bupati menekankan pentingnya komunikasi dalam menjaga keharmonisan keluarga. Tiap anggota keluarga harus memahami peran dan fungsinya masing-masing. “Seringkali masalah-masalah timbul karena miskomunikasi. Dalam menghadapi pandemi ini, orang tua juga harus bisa mencontohkan protokol kesehatan kepada keluarganya”, tegas Bupati.

Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Cilacap, Murniyah menjelaskan, stunting menjadi salah satu intervensi permasalahan dalam peringatan HARGANAS tahun 2021. Dengan tema “Keluarga Keren Cegah Stunting”, berbagai upaya pencegahan stunting akan dilakukan sesuai arahan BKKBN. “Kalau stunting, kami menangani dalam rangka Program Nasional Penanganan Sunting. Ada 10 desa yang memang menjadi lokus penanganan stunting”, jelasnya.

Adapun 10 (sepuluh) desa/kelurahan di Kabupaten Cilacap dengan jumlah stunting dan prevalensi tertinggi pada tahun 2021, yang ditetapkan melalui SK Bupati Cilacap Nomor : 440/12/16/Tahun 2021 yakni Desa Mandala Kecamatan Jeruklegi 12 anak (36,36%), Desa Kutasari Kecamatan  Cipari 132 anak (35,58%), dan Desa Serang (Kecamatan Cipari)  91 anak (28,44%)

Kemudian Desa Pengadegan (Kecamatan Majenang)  52 anak (25,37%), Desa Caruy (Kecamatan Cipari)  77 anak (24,44%), Desa Sidasari (Kecamatan Cipari) 71 anak (24,15%), Desa Karangreja (Kecamatan Cipari)  52 anak (23,01%), Desa Cisuru (Kecamatan  Cipari)  69 anak (21,43%), Desa Cipari (Kecamatan Cipari)  124 anak (20,70%), Desa Pegadingan (Kecamatan Cipari)  57 anak (19,79%).(dn/kominfo)

Dony R Bintoro

DISKOMINFO REPORTER TEAM